Saat belajar Bahasa Inggris, kamu mungkin sering melihat kata kerja seperti is, am, are, seem, atau become. Kata-kata ini disebut linking verb. Berbeda dengan kata kerja biasa, linking verb tidak menunjukkan sebuah aksi, tetapi berfungsi untuk menghubungkan subjek dengan informasi tambahan tentang subjek tersebut.
Linking verb sering muncul dalam kalimat sehari-hari, jadi penting untuk memahaminya agar lebih mudah membuat kalimat Bahasa Inggris yang benar.
Baca juga: Apa itu Verb Bahasa Inggris? Pengertian, Contoh, dan Cara Penggunaannya
Pengertian Linking Verb
Linking verb adalah kata kerja yang berfungsi untuk menghubungkan subjek dengan kata sifat (adjective), kata benda (noun), atau informasi lain yang menjelaskan subjek.
Dengan kata lain, linking verb tidak menunjukkan tindakan, tetapi hanya menjadi penghubung antara subjek dan penjelasnya.
Contoh:
She is happy.
Kata ‘is’ di sini tidak menunjukkan aksi, tapi menghubungkan ‘she‘ dengan ‘happy’.
The soup smells delicious.
Kata smells menghubungkan the soup dengan delicious.
Fungsi Linking Verb
Pada dasarnya, linking verb digunakan untuk menghubungkan subjek dengan informasi yang menjelaskan keadaan, sifat, atau identitasnya. Karena itu, kata kerja ini sering muncul dalam kalimat sederhana sehari-hari.
1. Menghubungkan Subjek dengan Kata Sifat
Salah satu fungsi utama linking verb adalah menghubungkan subjek dengan kata sifat (adjective) yang menjelaskan kondisi, sifat, atau keadaan dari subjek tersebut.
Biasanya, kata sifat yang muncul setelah linking verb digunakan untuk menggambarkan bagaimana keadaan seseorang atau sesuatu. Misalnya, apakah seseorang senang, lelah, sedih, atau sehat, atau bagaimana kondisi suatu benda seperti bersih, panas, atau indah.
Contoh kalimat:
- She is happy.
- The coffee smells good.
- The room looks clean.
Kata kerja seperti is, smells, dan looks tidak menunjukkan aktivitas tertentu. Kata-kata tersebut hanya berfungsi sebagai penghubung antara subjek dengan kata sifat yang menjelaskan keadaannya.
Baca juga: Apa itu Phrasal Verb Bahasa Inggris? Lengkap dengan Contohnya
2. Menghubungkan Subjek dengan Kata Benda
Linking verb juga bisa digunakan untuk menghubungkan subjek dengan kata benda (noun). Dalam fungsi ini, kata benda berperan untuk menjelaskan identitas, profesi, atau siapa subjek tersebut.
Dengan kata lain, linking verb membantu menjelaskan siapa atau apa subjek itu sebenarnya. Biasanya pola kalimatnya menjadi lebih jelas karena kata benda setelah linking verb memberikan informasi tambahan tentang subjek.
Contoh kalimat:
- She is a teacher.
- My brother is a doctor.
- That man is our new neighbor.
Kata kerja“is” tidak menunjukkan tindakan, tetapi berfungsi sebagai penghubung antara subjek dengan kata benda yang menjelaskan identitasnya.
3. Menjelaskan Perubahan Kondisi
Fungsi lain dari linking verb adalah untuk menjelaskan perubahan kondisi atau keadaan dari subjek. Dalam hal ini, linking verb menunjukkan bahwa sesuatu berubah dari satu keadaan ke keadaan yang lain.
Biasanya, jenis linking verb yang digunakan untuk fungsi ini adalah kata kerja seperti become, get, turn, grow, atau remain. Kata-kata tersebut membantu menjelaskan bagaimana kondisi seseorang atau sesuatu berubah seiring waktu.
Contoh kalimat:
- She became famous.
- The weather turned cold.
- He got angry.
Kata kerja seperti became, turned, dan got menunjukkan bahwa ada perubahan keadaan. Misalnya, dari tidak terkenal menjadi terkenal, dari cuaca normal menjadi dingin, atau dari tenang menjadi marah.
Baca juga: Auxiliary Verb: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh
Jenis-Jenis Linking Verb
Dalam Bahasa Inggris, linking verb tidak hanya berasal dari kata kerja to be, tetapi juga dari beberapa kata kerja lain yang bisa berfungsi sebagai penghubung antara subjek dan penjelasnya. Berikut ini jenis-jenis linking verb.
1. To Be Verbs
Jenis linking verb yang paling sering digunakan adalah to be verbs. Kata kerja ini biasanya dipakai untuk menjelaskan identitas, sifat, atau kondisi dari subjek.
Beberapa bentuk to be dalam bahasa Inggris antara lain:
- am
- is
- are
- was
- were
- be
- been
- being
Contoh kalimat:
- She is very kind.
- They are students.
- The weather was cold yesterday.
2. Verbs of Senses
Jenis linking verb berikutnya berasal dari kata kerja yang berkaitan dengan panca indera. Kata kerja ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana sesuatu terlihat, terdengar, terasa, atau tercium.
Beberapa contohnya yaitu:
- look
- seem
- appear
- feel
- sound
- smell
- taste
Contoh kalimat:
- The cake tastes delicious.
- You look tired today.
- The music sounds beautiful.
3. Verbs of Change
Jenis linking verb lainnya adalah kata kerja yang menunjukkan perubahan keadaan atau kondisi. Kata kerja ini digunakan ketika sesuatu berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya.
Beberapa contoh kata kerja yang termasuk dalam kelompok ini yaitu:
- become
- get
- grow
- turn
- remain
- stay
Contoh kalimat:
- She became famous after the movie.
- The leaves turned yellow in autumn.
- He got angry when he heard the news.
4. Linking Verb yang Menunjukkan Kondisi Tetap
Selain perubahan kondisi, beberapa linking verb juga digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu keadaan tetap sama atau tidak berubah.
Beberapa contoh kata kerja yang sering digunakan adalah:
- remain
- stay
- keep
Contoh kalimat:
- She remained calm during the meeting.
- The door stayed closed all night.
- She kept quiet during the meeting.
Baca juga: Kuasai Phrasal Verb “Come” Biar Bahasa Inggrismu Makin Asik!
Sudah Paham Linking Verb dalam Bahasa Inggris?
Sekarang kamu sudah mengenal apa itu linking verb, mulai dari pengertiannya, fungsi, hingga jenis-jenisnya dalam Bahasa Inggris. Linking verb digunakan untuk menghubungkan subjek dengan informasi yang menjelaskan keadaan, sifat, atau identitasnya.
Dengan memahami linking verb, kamu akan lebih mudah membuat kalimat Bahasa Inggris yang jelas dan benar. Jika sering berlatih membuat contoh kalimat sederhana, lama-lama kamu juga akan semakin terbiasa menggunakannya dalam percakapan sehari-hari!
Belajar Bahasa Inggris Makin Mudah Bersama English 1
Belajar Bahasa Inggris akan lebih optimal jika dimulai dari level yang tepat. English 1 menghadirkan program bertahap yang dirancang sesuai usia dan kemampuan anak, mulai dari pengenalan dasar hingga kesiapan akademik dan global. Kini, orang tua dapat mencoba langsung kelas English 1 melalui free trial gratis sebelum memilih program yang paling sesuai.
- Small Stars (3–6 tahun): membangun rasa percaya diri berbahasa Inggris sejak dini melalui aktivitas fun dan interaktif.
- High Flyers (7–9 tahun): memperkuat fondasi membaca, menulis, dan berbicara secara bertahap.
- Trailblazers (10–14 tahun): mengembangkan komunikasi aktif dan pemahaman akademik.
- Frontrunner (15–18 tahun): program lanjutan untuk kesiapan sekolah, ujian, dan masa depan global.
Daftar sekarang dan ikuti kelas free trial English 1 untuk menemukan level belajar yang paling tepat.