Saat belajar Bahasa Inggris, kamu mungkin pernah mendengar istilah direct speech dan indirect speech. Kedua materi ini sering digunakan dalam percakapan, cerita, berita, maupun tulisan sehari-hari untuk menyampaikan ucapan seseorang.
Meskipun terlihat mirip, direct dan indirect speech memiliki cara penulisan yang berbeda. Direct speech digunakan untuk menyampaikan kalimat secara langsung, sedangkan indirect speech digunakan untuk menyampaikan kembali ucapan seseorang dengan bentuk yang tidak langsung.
Dengan memahami direct dan indirect speech, kamu bisa lebih mudah membuat percakapan, memahami teks Bahasa Inggris, dan meningkatkan kemampuan grammar serta writing.
Yuk, pelajari pengertian, rumus, dan contoh direct dan indirect speech berikut ini!
Pengertian Direct Speech
Direct speech adalah cara menyampaikan ucapan seseorang secara langsung menggunakan kata-kata yang sama persis seperti yang diucapkan oleh pembicara. Dalam Bahasa Indonesia, direct speech sering disebut sebagai kalimat langsung.
Pada direct speech, ucapan asli tidak diubah sehingga isi kalimat tetap sama seperti perkataan orang tersebut. Karena itu, direct speech biasanya menggunakan tanda petik (“…”) untuk menunjukkan bagian ucapan yang dikutip secara langsung.
Direct speech sering digunakan dalam:
- percakapan sehari-hari
- dialog
- cerita
- novel
- berita
- film
- chatting atau pesan teks
Dengan direct speech, pembaca atau pendengar bisa mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya diucapkan oleh seseorang.
Baca juga: Apa itu Passive Voice? Pengertian, Rumus, dan Contoh
Ciri-Ciri Direct Speech
Direct speech memiliki beberapa tanda khusus yang membuatnya mudah dikenali dalam Bahasa Inggris. Berikut beberapa ciri-ciri direct speech yang perlu kamu pahami.
1. Menggunakan Tanda Petik
Tanda petik digunakan untuk menunjukkan bahwa kalimat tersebut merupakan ucapan asli seseorang dan ditulis persis seperti yang diucapkan tanpa perubahan.
Bagian yang berada di dalam tanda petik disebut sebagai quoted speech atau ucapan langsung.
Contoh:
Rina said, “I am happy.”
Pada kalimat tersebut:
- Rina said = bagian pelapor (reporting clause)
- “I am happy” = ucapan asli Rina yang ditulis di dalam tanda petik
Tanda petik membantu pembaca mengetahui bagian mana yang merupakan ucapan langsung dari pembicara.
2. Menggunakan Reporting Verb
Ciri lain dari direct speech adalah adanya reporting verb atau kata kerja pelapor. Reporting verb digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang sedang mengatakan, menanyakan, atau menyampaikan sesuatu kepada orang lain.
Dengan adanya reporting verb, pembaca bisa mengetahui:
- siapa yang berbicara
- bagaimana cara mereka berbicara
- jenis ucapan yang disampaikan
Reporting verb biasanya ditulis sebelum atau sesudah kalimat langsung (direct speech).
Contoh:
Anna said, “I am happy.”
(Anna berkata, “Saya senang.”)
Pada kalimat tersebut:
- said adalah reporting verb
- reporting verb ditulis sebelum ucapan langsung
3. Kata-Kata Tidak Diubah
Ciri penting lainnya dari direct speech adalah kata-kata yang digunakan tetap sama persis seperti ucapan asli pembicara. Artinya, saat seseorang menyampaikan direct speech, isi kalimat tidak mengalami perubahan pada:
- tense
- pronoun
- keterangan waktu
- susunan kalimat
Karena direct speech merupakan kutipan langsung, ucapan yang ditulis harus mengikuti apa yang benar-benar dikatakan oleh pembicara.
Jenis-Jenis Direct Speech
Memahami jenis-jenis direct speech penting agar kamu bisa lebih mudah mengenali bentuk kalimat dalam percakapan maupun tulisan Bahasa Inggris. Berikut penjelasan masing-masing jenis direct speech secara lebih detail!
1. Direct Speech untuk Statement (Pernyataan)
Jenis direct speech ini digunakan untuk menyampaikan informasi, pendapat, atau pernyataan secara langsung sesuai ucapan asli pembicara.
Statement adalah jenis direct speech yang paling umum digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Contoh:
- Sarah said, “I am tired.”
(Sarah berkata, “Saya lelah.”)
Kalimat ini menyampaikan kondisi Sarah secara langsung.
- Kevin said, “I like this song.”
(Kevin berkata, “Saya suka lagu ini.”)
Kalimat tersebut menunjukkan pendapat Kevin.
2. Direct Speech untuk Question (Pertanyaan)
Jenis direct speech ini digunakan untuk menyampaikan pertanyaan langsung dari seseorang. Biasanya digunakan saat seseorang bertanya, meminta informasi dan meminta penjelasan.
Contoh:
- She asked, “Where do you live?”
(Dia bertanya, “Di mana kamu tinggal?”)
Kalimat ini digunakan untuk meminta informasi tempat tinggal.
- Mother asked, “Have you eaten?”
(Ibu bertanya, “Apakah kamu sudah makan?”)
Kalimat tersebut menunjukkan pertanyaan langsung.
3. Direct Speech untuk Command (Perintah)
Direct speech untuk command adalah bentuk kalimat langsung yang digunakan untuk menyampaikan perintah, instruksi, larangan, atau permintaan secara langsung sesuai ucapan asli pembicara.
Contoh:
- Mother said, “Clean your room.”
(Ibu berkata, “Bersihkan kamarmu.”)
Kalimat tersebut adalah perintah langsung.
- The teacher said, “Please open your book.”
(Guru berkata, “Tolong buka bukumu.”)
Kalimat ini merupakan instruksi dalam kelas.
4. Direct Speech untuk Request (Permintaan)
Request digunakan untuk meminta bantuan atau sesuatu secara sopan. Berbeda dengan command yang terdengar lebih tegas, request biasanya lebih halus dan sopan.
Contoh:
- She said, “Please help me.”
(Dia berkata, “Tolong bantu saya.”) - My friend asked, “Could you close the door?”
(Teman saya bertanya, “Bisakah kamu menutup pintu?”)
5. Direct Speech untuk Exclamation (Seruan)
Direct speech untuk exclamation adalah bentuk kalimat langsung yang digunakan untuk menyampaikan perasaan atau emosi seseorang secara langsung sesuai ucapan aslinya. Exclamation membantu membuat percakapan atau tulisan terasa lebih hidup karena menunjukkan ekspresi dan emosi secara jelas.
Contoh:
- Anna said, “What a beautiful dress!”
(Anna berkata, “Gaun yang indah sekali!”)
- He shouted, “Watch out!”
(Dia berteriak, “Awas!”)
Pengertian Indirect Speech
Indirect speech atau reported speech adalah bentuk kalimat dalam Bahasa Inggris yang digunakan untuk menyampaikan kembali ucapan, pertanyaan, perintah, atau informasi dari seseorang tanpa menggunakan kata-kata yang persis sama seperti ucapan aslinya.
Berbeda dengan direct speech yang menggunakan tanda petik dan mempertahankan ucapan asli pembicara, indirect speech biasanya:
- tidak menggunakan tanda petik
- mengalami perubahan tense
- mengalami perubahan pronoun
- mengalami perubahan keterangan waktu atau tempat
Tujuan indirect speech adalah menyampaikan inti informasi dari ucapan seseorang dengan cara yang lebih ringkas dan natural.
Baca juga: Asah Bahasa Inggrismu dengan Latihan Reported Speech
Ciri-Ciri Indirect Speech
Ada beberapa ciri utama indirect speech yang membedakannya dari direct speech. Berikut penjelasannya:
1. Tidak Menggunakan Tanda Petik
Salah satu ciri utama indirect speech adalah tidak menggunakan tanda petik. Hal ini karena indirect speech tidak menuliskan ucapan asli seseorang secara langsung, melainkan hanya menyampaikan kembali inti atau isi ucapannya dengan bentuk kalimat yang baru.
Contoh:
- Direct speech: Rina said, “I am tired.”
(Rina berkata, “Saya lelah.”)
- Indirect speech: Rina said that she was tired.
(Rina mengatakan bahwa dia lelah.)
2. Menggunakan Reporting Verb
Salah satu ciri penting indirect speech adalah adanya reporting verb (kata kerja pelapor) yang digunakan untuk melaporkan ucapan seseorang. Reporting verb menunjukkan siapa yang berbicara dan jenis ucapan yang disampaikan.
Contoh:
- John said that he was tired.
(John mengatakan bahwa dia lelah.)
- Mother told me to clean my room.
(Ibu menyuruh saya membersihkan kamar.)
3. Tense Biasanya Berubah (Backshift Tense)
Indirect speech biasanya mengalami perubahan tense dari direct speech, terutama jika reporting verb menggunakan past tense (said, told, asked). Hal ini disebut backshift tense.
Contoh:
- Simple Present menjadi Simple Past
Direct Speech:
She said, “I am happy.”
(Dia berkata, “Saya senang.”)
Indirect Speech:
She said that she was happy.
(Dia mengatakan bahwa dia senang.)
- Present Continuous menjadi Past Continuous
Direct Speech:
He said, “I am studying English.”
(Dia berkata, “Saya sedang belajar Bahasa Inggris)
Indirect Speech:
He said that he was studying English.
(Dia mengatakan bahwa dia sedang Belajar Bahasa Inggris.)
- Simple Future menjadi Would
Direct Speech:
John said, “I will go to school tomorrow.”
(John berkata, “Saya akan pergi ke sekolah besok.”)
Indirect Speech:
John said that he would go to school the next day.
(John mengatakan bahwa dia akan pergi ke sekolah keesokan harinya.)
- Present Perfect menjadi Past Perfect
Direct Speech:
Lisa said, “I have finished my homework.”
(Lisa berkata, “Saya sudah menyelesaikan pekerjaan rumah saya.”)
Indirect Speech:
Lisa said that she had finished her homework.
(Lisa mengatakan bahwa dia sudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya.)
- Simple Past menjadi Past Perfect
Direct Speech:
(She said, “I visited Bali last year.”)
Dia berkata, “Saya mengunjungi Bali tahun lalu.”
Indirect Speech:
(She said that she had visited Bali the year before.)
Dia mengatakan bahwa dia pernah mengunjungi Bali tahun sebelumnya.
4. Pronoun Bisa Berubah
Dalam indirect speech, pronoun biasanya disesuaikan dengan siapa yang melaporkan ucapan dan konteksnya. Ini karena reported speech tidak lagi menggunakan kata ganti asli dari pembicara, melainkan mengikuti perspektif orang yang melaporkan.
Contoh:
- Pronoun “I” menjadi “he/she”
Direct Speech:
Rina said, “I am tired.”
(Rina berkata, “Saya lelah.”)
Indirect Speech:
Rina said that she was tired.
( Rina mengatakan bahwa dia lelah.)
- Pronoun “My” menjadi “his/her”
Direct Speech:
John said, “This is my book.”
(John berkata, “Ini adalah bukuku.”)
Indirect Speech:
John said that this was his book.
(John mengatakan bahwa ini adalah bukunya.)
- Pronoun “We” menjadi “they”
Direct Speech:
Annie said, “We are going to the park.”
(Annie berkata, “Kami akan pergi ke taman.”)
Indirect Speech:
Annie said that they were going to the park.
(Annie mengatakan bahwa mereka akan pergi ke taman.)
- Pronoun “You” menjadi “I/He/She/They” (sesuai konteks)
Direct Speech:
She said to me, “You should study hard.”
(Dia berkata kepada saya, “Kamu harus belajar dengan giat.”)
Indirect Speech:
She told me that I should study hard.
(Dia mengatakan kepada saya bahwa saya harus belajar dengan giat.)
- Pronoun “Me” menjadi “him/her”
Direct Speech:
He said, “Give this to me.”
(Dia berkata, “Berikan ini kepada saya.”)
Indirect Speech:
He said to give it to him.
(Dia mengatakan agar memberikannya kepadanya.)
5. Keterangan Waktu Bisa Berubah
Keterangan waktu dalam direct speech sering mengalami perubahan saat diubah ke indirect speech, agar sesuai dengan perspektif waktu pelaporan. Perubahan keterangan waktu penting agar kalimat tetap logis dan sesuai konteks pelaporan.
Contoh:
- Today menjadi That day
Direct Speech:
She said, “I am busy today.”
(Dia berkata, “Saya sibuk hari ini.”)
Indirect Speech:
She said that she was busy that day.
(Dia mengatakan bahwa dia sibuk hari itu.)
- Tomorrow menjadi The next day / The following day
Direct Speech:
John said, “I will go to school tomorrow.”
(John berkata, “Saya akan pergi ke sekolah besok.”)
Indirect Speech:
John said that he would go to school the next day.
(John mengatakan bahwa dia akan pergi ke sekolah keesokan harinya.)
- Yesterday menjadi The day before
Direct Speech:
Lisa said, “I met him yesterday.”
(Lisa berkata, “Saya bertemu dia kemarin.”)
Indirect Speech:
Lisa said that she had met him the day before.
(Lisa mengatakan bahwa dia telah bertemu dia hari sebelumnya.)
- Now menjadi Then
Direct Speech:
He said, “I am studying now.”
(Dia berkata, “Saya sedang belajar sekarang.”)
Indirect Speech:
He said that he was studying then.
(Dia mengatakan bahwa dia sedang belajar saat itu.)
- Ago menjadi Before
Direct Speech:
She said, “I visited Bali two years ago.”
(Dia berkata, “Saya mengunjungi Bali dua tahun yang lalu.”)
Indirect Speech:
She said that she had visited Bali two years before.
(Dia mengatakan bahwa dia telah mengunjungi Bali dua tahun sebelumnya.)
Baca juga: Mudahnya Ngobrol Inggris Pakai Connected Speech! Apa Itu?
Jenis-Jenis Indirect Speech
Indirect speech memiliki beberapa jenis yang berbeda tergantung tujuan ucapan. Dengan memahami jenis-jenisnya, kamu bisa lebih mudah membuat laporan atau menyampaikan kembali ucapan orang lain secara benar.
1. Statement (Pernyataan)
Statement adalah kalimat yang menyampaikan informasi, opini, atau pernyataan secara langsung. Dalam indirect speech, statement biasanya menggunakan reporting verb said atau told, diikuti that untuk menghubungkan kalimat pelapor dengan reported speech.
Contoh:
- Direct Speech:
Sarah said, “I am tired.”
(Sarah berkata, “Saya lelah.”) - Indirect Speech:
Sarah said that she was tired.
(Sarah mengatakan bahwa dia lelah.)
2. Question (Pertanyaan)
Indirect speech untuk question digunakan untuk melaporkan pertanyaan orang lain. Reporting verb yang umum digunakan adalah asked, wondered, atau inquired.
Contoh:
- Direct Speech:
She asked, “Do you like coffee?”
(Dia bertanya, “Apakah kamu suka kopi?”) - Indirect Speech:
She asked if I liked coffee.
(Dia bertanya apakah saya suka kopi.)
3. Command (Perintah)
Indirect speech untuk command digunakan untuk melaporkan perintah, instruksi, atau permintaan dari seseorang. Reporting verb yang umum digunakan adalah told, ordered, asked.
Contoh:
- Direct Speech:
Mother said, “Clean your room.”
(Ibu berkata, “Bersihkan kamarmu.”) - Indirect Speech:
Mother told me to clean my room.
(Ibu menyuruh saya membersihkan kamar.)
4. Exclamation (Seruan)
Indirect speech untuk exclamation digunakan untuk melaporkan seruan atau ekspresi emosi seseorang, seperti kegembiraan, keterkejutan, kekaguman, kemarahan, atau ketakutan.
Contoh:
- Direct Speech:
Anna said, “What a beautiful painting!”
(Anna berkata, “Lukisan ini indah sekali!”) - Indirect Speech:
Anna exclaimed that the painting was very beautiful.
(Anna berseru bahwa lukisan itu sangat indah.)
Baca juga: Spoof Text Bahasa Inggris: Pengertian, Jenis dan Contohnya
Sudah Paham Direct dan Indirect Speech dalam Bahasa Inggris?
Direct dan indirect speech adalah dua cara yang sering digunakan dalam Bahasa Inggris untuk menyampaikan ucapan seseorang. Direct speech menuliskan ucapan asli secara langsung dengan tanda petik, sedangkan indirect speech menyampaikannya kembali dalam bentuk laporan tanpa tanda petik, biasanya dengan beberapa penyesuaian pada tense, pronoun, dan keterangan waktu.
Memahami perbedaan keduanya penting supaya kamu bisa menulis dan berbicara Bahasa Inggris dengan lebih jelas dan natural. Dengan latihan rutin, misalnya mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung atau membaca percakapan Bahasa Inggris, kemampuanmu akan semakin meningkat.
Jadi jangan ragu untuk sering berlatih, mencoba contoh-contoh baru, dan membiasakan diri menggunakan kedua bentuk ini dalam kehidupan sehari-hari. Semakin sering dipraktikkan, semakin lancar dan percaya diri kamu saat menggunakannya!
Belajar Bahasa Inggris Makin Mudah Bersama English 1
Belajar Bahasa Inggris akan lebih optimal jika dimulai dari level yang tepat. Kursus Bahasa Inggris English 1 menghadirkan program bertahap yang dirancang sesuai usia dan kemampuan anak, mulai dari pengenalan dasar hingga kesiapan akademik dan global. Kini, orang tua dapat mencoba langsung kelas English 1 melalui free trial gratis sebelum memilih program yang paling sesuai.
- Small Stars (3–6 tahun): membangun rasa percaya diri berbahasa Inggris sejak dini melalui aktivitas fun dan interaktif.
- High Flyers (7–9 tahun): memperkuat fondasi membaca, menulis, dan berbicara secara bertahap.
- Trailblazers (10–14 tahun): mengembangkan komunikasi aktif dan pemahaman akademik.
- Frontrunner (15–18 tahun): program lanjutan untuk kesiapan sekolah, ujian, dan masa depan global.
Daftar sekarang dan ikuti kelas free trial English 1 untuk menemukan level belajar yang paling tepat.
