Kata will dan would sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Meski terlihat mirip, keduanya memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda tergantung konteks kalimatnya.
Banyak orang masih bingung kapan harus menggunakan will dan kapan memakai would. Padahal, kedua kata ini sering dipakai untuk menyatakan rencana, keinginan, permintaan, kemungkinan, hingga situasi imajinasi.
Supaya tidak salah penggunaan, yuk pahami pengertian, fungsi, dan contoh penggunaan will dan would dalam Bahasa Inggris berikut ini!
Apa Itu Will dan Would?
Will dan would termasuk modal verbs dalam Bahasa Inggris. Modal verb adalah kata kerja bantu yang digunakan untuk memberikan makna tambahan dalam sebuah kalimat, seperti kemungkinan, keinginan, niat, atau permintaan.
Meskipun sama-sama termasuk modal verb, penggunaan will dan would berbeda tergantung konteks kalimatnya.
Secara umum:
- Will lebih sering digunakan untuk membicarakan masa depan atau keputusan yang pasti.
- Would biasanya digunakan untuk situasi yang lebih sopan, imajinasi, atau sesuatu yang belum pasti terjadi.
Baca juga: Perbedaaan Who, Whom, Whose dan Which dalam Bahasa Inggris
Penggunaan Kata Will
Supaya tidak bingung saat menggunakannya, berikut beberapa penggunaan kata will yang umum ditemukan dalam Bahasa Inggris sehari-hari.
1. Menyatakan Rencana atau Kejadian di Masa Depan
Salah satu fungsi paling umum dari kata will adalah untuk membicarakan sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Penggunaan ini dipakai saat seseorang ingin menjelaskan rencana, aktivitas, kejadian, atau situasi yang belum terjadi tetapi diperkirakan atau direncanakan akan terjadi nanti.
Karena berhubungan dengan masa depan, kata will biasanya digunakan bersama keterangan waktu seperti:
- tomorrow (besok),
- next week (minggu depan),
- next month (bulan depan),
- later (nanti),
- atau soon (segera).
Contoh:
- I will visit my grandmother tomorrow.
(Saya akan mengunjungi nenek saya besok.) - She will start a new job next month.
(Dia akan memulai pekerjaan baru bulan depan.)
2. Menyatakan Keputusan Spontan
Selain digunakan untuk membicarakan masa depan, kata will juga sering dipakai untuk menyatakan keputusan spontan. Maksudnya, keputusan tersebut dibuat secara langsung pada saat berbicara, tanpa direncanakan sebelumnya.
Biasanya, penggunaan will dalam situasi ini muncul ketika seseorang:
- baru memutuskan sesuatu,
- langsung menawarkan bantuan,
- atau tiba-tiba menentukan tindakan setelah melihat situasi tertentu.
Contoh:
- I’m thirsty. I will buy some water.
(Saya haus. Saya akan membeli air.) - Okay, I will help you.
(Oke, saya akan membantumu.)
3. Menawarkan Bantuan
Kata will juga sering digunakan saat seseorang ingin menawarkan bantuan kepada orang lain. Penggunaan ini biasanya muncul secara spontan ketika melihat seseorang membutuhkan bantuan atau saat ingin membantu melakukan sesuatu.
Dalam percakapan sehari-hari, penggunaan will untuk menawarkan bantuan membuat kalimat terdengar lebih natural, ramah, dan langsung.
Contoh:
- I will carry your bag.
(Saya akan membawakan tasmu.) - Will she opens the window for you?
(Apakah dia akan membukakan jendela untukmu?)
4. Menyatakan Janji
Dalam penggunaan ini, will menunjukkan bahwa seseorang benar-benar berniat melakukan sesuatu di masa depan dan ingin meyakinkan orang lain tentang hal tersebut.
Biasanya, penggunaan will untuk menyatakan janji dipakai saat seseorang:
- berjanji melakukan sesuatu,
- memberikan kepastian,
- menyatakan kesetiaan atau dukungan,
- atau memastikan bahwa suatu hal akan dilakukan.
Contoh:
- I will always support you.
(Saya akan selalu mendukungmu.) - We will never forget this moment.
(Kami tidak akan pernah melupakan momen ini.)
5. Menyatakan Prediksi
Kata will untuk menyatakan prediksi atau perkiraan tentang sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan. Prediksi ini biasanya berdasarkan pendapat, dugaan, pengalaman, atau situasi yang sedang terjadi saat itu.
Saat menggunakan will untuk prediksi, seseorang sebenarnya belum mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi, tetapi merasa bahwa sesuatu kemungkinan besar akan terjadi nanti.
Contoh:
- I think it will rain tonight.
(Saya rasa malam ini akan hujan.) - The test will be difficult.
(Tesnya akan sulit.)
Baca juga: 5W1H dalam Bahasa Inggris: Ketahui Cara Pakai dan Contohnya
Penggunaan Kata Would
Agar tidak bingung membedakan will dan would, yuk pahami dulu beberapa fungsi utama dari kata would berikut ini.
1. Membuat Permintaan dengan Lebih Sopan
Salah satu fungsi paling umum dari kata would adalah untuk membuat permintaan terdengar lebih sopan dan halus. Dibandingkan menggunakan will, penggunaan would biasanya terasa lebih ramah, lebih formal, dan lebih menghargai lawan bicara.
Karena itu, would sering digunakan saat:
- meminta bantuan,
- meminta tolong,
- menawarkan sesuatu dengan sopan,
- atau berbicara kepada orang yang belum terlalu dekat.
Contoh:
- Would you help me, please?
(Bisakah kamu membantu saya?) - Would you open the door?
(Maukah kamu membuka pintunya?)
2. Menyatakan Keinginan
Kata would juga sering digunakan untuk menyatakan keinginan, minat, atau sesuatu yang ingin dilakukan seseorang. Salah satu bentuk yang paling umum digunakan adalah:
- would like : ingin
Frasa ini sangat sering dipakai dalam percakapan sehari-hari, terutama saat:
- memesan makanan atau minuman,
- menyampaikan keinginan,
- menawarkan sesuatu,
- atau berbicara dengan lebih sopan.
Contoh:
- I would like a cup of coffee.
(Saya ingin secangkir kopi.) - She would like to join the class.
(Dia ingin bergabung dengan kelas tersebut.)
3. Membicarakan Situasi Imajinasi
Kata would juga bisa digunakan untuk membicarakan situasi imajinasi atau sesuatu yang belum benar-benar terjadi. Biasanya, penggunaan ini dipakai saat seseorang membayangkan suatu kondisi, berandai-andai, atau membicarakan kemungkinan yang belum tentu nyata.
Kalimat seperti ini sering disebut sebagai situasi hipotesis atau imaginary situation, yaitu keadaan yang hanya dibayangkan saja.
Contoh:
- If I were rich, I would buy a big house.
(Jika saya kaya, saya akan membeli rumah besar.) - I would travel around the world if I had enough money.
(Saya akan berkeliling dunia jika punya cukup uang.)
4. Membicarakan Kebiasaan di Masa Lalu
Selain digunakan untuk situasi imajinasi, kata would juga bisa digunakan untuk membicarakan kebiasaan atau aktivitas yang sering dilakukan di masa lalu. Penggunaan ini biasanya dipakai untuk mengenang kegiatan yang dulu rutin dilakukan, tetapi sekarang sudah tidak lagi dilakukan.
Dalam konteks ini, would memiliki arti mirip seperti “dulu sering” atau “biasa” dalam Bahasa Indonesia.
Contoh:
- When I was a child, I would play outside every afternoon.
(Saat kecil, saya biasa bermain di luar setiap sore.) - My grandfather would tell us stories before bedtime.
(Kakek saya dulu sering menceritakan dongeng sebelum tidur.)
5. Menyatakan Kemungkinan
Kata would juga digunakan untuk menyatakan kemungkinan atau sesuatu yang diperkirakan bisa terjadi dalam kondisi tertentu. Namun, dibanding will yang terdengar lebih pasti, penggunaan would biasanya menunjukkan bahwa sesuatu tersebut masih berupa dugaan, kemungkinan, atau belum benar-benar yakin akan terjadi.
Karena itu, would sering digunakan saat seseorang:
- memberikan pendapat,
- membuat perkiraan,
- membicarakan kemungkinan,
- atau menjelaskan situasi yang belum pasti.
Contoh:
- That would be interesting.
(Itu akan menarik.) - I think she would understand.
(Saya rasa dia akan mengerti.)
Baca juga: Asking and Giving Opinion: Ketahui Pengertian dan Contohnya
Perbedaan Will dan Would
Setelah memahami fungsi masing-masing, sekarang saatnya melihat perbedaan penggunaan will dan would agar kamu bisa lebih tepat saat menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.
| Will | Would |
| Digunakan untuk masa depan | Digunakan untuk situasi imajinasi atau lebih sopan |
| Terdengar lebih langsung | Terdengar lebih halus dan sopan |
| Menunjukkan kepastian | Menunjukkan kemungkinan atau kondisi tertentu |
Contoh Kalimat Penggunaan Will dan Would
Agar lebih mudah memahami perbedaan penggunaan will dan would, berikut beberapa contoh kalimat beserta artinya. Dari contoh-contoh ini, kamu bisa melihat bagaimana kedua kata tersebut digunakan dalam situasi yang berbeda.
Contoh Kalimat Will
- I will call you after work.
(Saya akan meneleponmu setelah bekerja.) - She will travel to Bali next month.
(Dia akan pergi ke Bali bulan depan.) - We will finish this project soon.
(Kami akan menyelesaikan proyek ini segera.) - He will help his father this weekend.
(Dia akan membantu ayahnya akhir pekan ini.) - I think it will rain tonight.
(Saya rasa malam ini akan hujan.)
Contoh Kalimat Would
- I would like to order some food.
(Saya ingin memesan makanan.) - Would you help me carry this bag?
(Maukah kamu membantu saya membawa tas ini?) - If I had more money, I would buy a new laptop.
(Jika saya punya lebih banyak uang, saya akan membeli laptop baru.) - When we were kids, we would play outside every evening.
(Saat kecil, kami biasa bermain di luar setiap sore.) - That would be a great idea.
(Itu akan menjadi ide yang bagus.)
Baca juga: Ketahui Perbedaan Penggunaan Some dan Any dalam Bahasa Inggris
Sudah Paham Penggunaan Will dan Would dalam Bahasa Inggris?
Sekarang kamu sudah tahu kalau will dan would digunakan dalam situasi yang berbeda. Will biasanya dipakai untuk sesuatu yang lebih pasti atau berhubungan dengan masa depan, sedangkan would sering digunakan agar kalimat terdengar lebih sopan atau untuk membicarakan kemungkinan dan situasi imajinasi.
Supaya semakin paham, jangan ragu untuk terus mencoba membuat contoh kalimat sendiri dan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari!
Belajar Bahasa Inggris Makin Mudah Bersama English 1
Belajar Bahasa Inggris akan lebih optimal jika dimulai dari level yang tepat. Kursus Bahasa Inggris English 1 menghadirkan program bertahap yang dirancang sesuai usia dan kemampuan anak, mulai dari pengenalan dasar hingga kesiapan akademik dan global. Kini, orang tua dapat mencoba langsung kelas English 1 melalui free trial gratis sebelum memilih program yang paling sesuai.
- Small Stars (3–6 tahun): membangun rasa percaya diri berbahasa Inggris sejak dini melalui aktivitas fun dan interaktif.
- High Flyers (7–9 tahun): memperkuat fondasi membaca, menulis, dan berbicara secara bertahap.
- Trailblazers (10–14 tahun): mengembangkan komunikasi aktif dan pemahaman akademik.
- Frontrunner (15–18 tahun): program lanjutan untuk kesiapan sekolah, ujian, dan masa depan global.
Daftar sekarang dan ikuti kelas free trial English 1 untuk menemukan level belajar yang paling tepat.
