Saat belajar Bahasa Inggris, melakukan kesalahan grammar adalah hal yang wajar, terutama bagi pelajar yang masih membangun pemahaman tentang struktur kalimat. Beberapa kesalahan bahkan sering terjadi karena kita menerjemahkan kalimat dari Bahasa Indonesia secara langsung ke Bahasa Inggris.
Misalnya, seorang pelajar mungkin mengatakan “She go to school every day” karena mengetahui bahwa go berarti “pergi” tanpa memperhatikan bahwa subject she membutuhkan bentuk verb yang berbeda dalam Simple Present Tense.
Kesalahan seperti ini terlihat sederhana, tetapi jika terus digunakan, bisa membuat kalimat terdengar kurang tepat dan terkadang mengubah makna yang ingin disampaikan.
Karena itu, mengenali common grammar mistakes atau kesalahan grammar yang umum dilakukan dapat membantu kamu belajar dari kesalahan tersebut. Berikut 10 kesalahan grammar yang sering ditemukan dalam Bahasa Inggris beserta cara memperbaikinya.
Baca juga: Apa Itu Active Voice Bahasa Inggris dan Contohnya?
1. Lupa Menambahkan -s atau -es pada Verb
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah lupa menambahkan (-s) atau (-es) pada verb ketika menggunakan Simple Present Tense dengan subject he, she, atau it.
Contoh yang salah:
- She go to school every day.
(Dia pergi ke sekolah setiap hari.)
Yang benar:
- She goes to school every day.
(Dia pergi ke sekolah setiap hari.)
Dalam Simple Present Tense, ketika subject berupa he, she, atau it, verb umumnya mendapatkan tambahan (-s) atau (-es).
Contoh:
- I play → She plays
- They watch → He watches
- We study → She studies
Jadi, jangan lupa memperhatikan subject sebelum menentukan bentuk verb yang digunakan.
2. Salah Menggunakan “Do” dan “Does”
Do dan does sama-sama dapat digunakan untuk membuat kalimat tanya dan negatif dalam Simple Present Tense. Kesalahan yang sering dilakukan pelajar adalah menggunakan does bersama verb yang masih memiliki tambahan (-s/-es).
Perhatikan contoh berikut:
- Does she likes English?
(Apakah dia menyukai Bahasa Inggris?)
Kalimat tersebut salah karena does sudah menunjukkan bahwa subject-nya adalah she. Setelah menggunakan does, kata kerja utama harus kembali ke bentuk dasar atau Verb 1.
Jadi, kalimat yang benar adalah:
- Does she like English?
(Apakah dia menyukai Bahasa Inggris?)
Pola sederhananya: (Does + subject + Verb 1 + …?)
Jadi, cara mudah mengingatnya adalah:
- Do : I, you, we, they
- Does : he, she, it
- Setelah do/does/don’t/doesn’t, gunakan Verb 1
Dengan memahami pola ini, kamu tidak perlu menambahkan (-s/-es) pada verb utama setelah menggunakan does atau doesn’t.
Baca juga: Ketahui Perbedaan Do dan Does dalam Bahasa Inggris
3. Salah Menggunakan “There Is” dan “There Are”
There is dan there are digunakan untuk menyatakan keberadaan sesuatu. Kesalahan biasanya terjadi ketika pelajar tidak menyesuaikan bentuknya dengan jumlah benda yang disebutkan.
Contoh yang salah:
- There is many students in the classroom.
(Ada banyak siswa di dalam kelas.)
Yang benar:
- There are many students in the classroom.
(Ada banyak siswa di dalam kelas.)
There is digunakan untuk benda tunggal atau uncountable noun, sedangkan there are digunakan untuk benda jamak.
Contoh:
- There is a book on the table.
(Ada sebuah buku di atas meja.) - There are three books on the table.
(Ada tiga buku di atas meja.)
4. Salah Menggunakan “Much” dan “Many”
Kesalahan berikutnya berkaitan dengan kata much dan many. Keduanya sama-sama berarti “banyak”, tetapi digunakan untuk jenis noun yang berbeda. Many digunakan untuk countable noun, yaitu benda yang dapat dihitung.
Contoh:
- There are many books on the shelf.
(Ada banyak buku di rak.)
Sementara itu, much digunakan untuk uncountable noun, yaitu sesuatu yang tidak biasanya dihitung satu per satu.
Contoh:
- I don’t have much time.
(Saya tidak punya banyak waktu.)
5. Salah Menggunakan “A” dan “An”
A dan an sama-sama dapat berarti “sebuah” atau “seorang”, tetapi penggunaannya berbeda. A digunakan sebelum bunyi konsonan, sedangkan an digunakan sebelum bunyi vokal.
Contoh yang benar:
- I have a book.
(Saya memiliki sebuah buku.) - She eats an apple.
(Dia makan sebuah apel.)
6. Salah Menggunakan “Was” dan “Were”
Was dan were merupakan bentuk lampau dari be. Kesalahan biasanya terjadi karena penggunaannya tidak disesuaikan dengan subject.
Secara sederhana:
- I, he, she, it = was
- you, we, they = were
Contoh:
- They were happy yesterday.
(Mereka bahagia kemarin.) - She was at home last night.
(Dia berada di rumah tadi malam.)
Baca juga: Perbedaan Was dan Were: Cara Penggunaan dan Contoh
7. Salah Menggunakan “I” dan “Me”
I dan me sama-sama memiliki arti “saya”, tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam sebuah kalimat. Kesalahan biasanya terjadi karena pelajar menganggap keduanya bisa digunakan secara bergantian.
Padahal, I digunakan sebagai subject, sedangkan me digunakan sebagai object.
Contoh:
- I called Sarah.
(Saya menelepon Sarah.)
Di sini, I adalah subject karena melakukan tindakan called. Sementara:
- Sarah called me.
(Sarah menelepon saya.)
Di sini, me adalah object karena menerima tindakan called.
8. Menggunakan “Did” dengan Verb Bentuk Lampau
Kesalahan ini cukup sering dilakukan ketika membuat kalimat tanya atau kalimat negatif dalam Simple Past Tense. Biasanya, kesalahan terjadi karena menggunakan did sekaligus menggunakan verb bentuk lampau (Verb 2) dalam satu kalimat.
Perhatikan contoh berikut:
- Did you went to school yesterday?
(Apakah kamu pergi ke sekolah kemarin?)
Kalimat tersebut salah karena did sudah menunjukkan bahwa pertanyaannya membicarakan masa lalu, tetapi went juga merupakan bentuk lampau dari go. Jadi, bentuk lampau digunakan dua kali.
Kalimat yang benar adalah:
- Did you go to school yesterday?
(Apakah kamu pergi ke sekolah kemarin?)
Strukturnya: (Did + subject + Verb 1 + …?)
- Did = penanda waktu lampau
- you = subject
- go = Verb 1
Jadi, meskipun go sendiri bukan bentuk lampau, keberadaan did sudah menunjukkan bahwa tindakan tersebut terjadi di masa lalu.
9. Salah Menggunakan “Since” dan “For”
Since dan for sering digunakan ketika membicarakan durasi, terutama dalam Present Perfect atau Present Perfect Continuous. Namun, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Since digunakan untuk menunjukkan titik awal waktu.
Contoh:
- I have lived here since 2020.
(Saya sudah tinggal di sini sejak 2020.)
Sementara itu, for digunakan untuk menunjukkan lamanya suatu periode.
Contoh:
- I have lived here for six years.
(Saya sudah tinggal di sini selama enam tahun.)
Jadi:
- since = sejak kapan
- for = selama berapa lama
10. Salah Menggunakan “Your” dan “You’re”
Kesalahan ini cukup umum karena your dan you’re memiliki pronunciation yang hampir sama, tetapi arti dan fungsi keduanya berbeda.
Your merupakan possessive determiner yang menunjukkan kepemilikan. Contoh:
- Where is your book?
(Di mana bukumu?)
You’re merupakan singkatan dari you are. Contoh:
- You’re very kind.
(Kamu sangat baik.)
Tips agar Tidak Sering Melakukan Grammar Mistake
Setelah mengetahui beberapa kesalahan grammar yang umum, kamu bisa mulai menghindarinya dengan beberapa kebiasaan sederhana.
1. Perhatikan Subject
Sebelum memilih bentuk verb, lihat terlebih dahulu subject yang digunakan. Hal ini sangat penting, terutama dalam Simple Present Tense.
Contoh:
- She works every day.
Bukan:
- She work every day.
Baca juga: Cara Penggunaan Subject I, You, We, They, He, She, dan It dalam Bahasa Inggris
2. Perhatikan Tense
Pastikan kamu mengetahui kapan suatu tindakan terjadi sebelum menentukan bentuk verb.
Misalnya:
- every day : biasanya berkaitan dengan kebiasaan atau Simple Present
- yesterday : biasanya berkaitan dengan masa lalu
- tomorrow : biasanya berkaitan dengan masa depan
3. Jangan Menerjemahkan Kalimat Secara Kata per Kata
Struktur Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris tidak selalu sama. Karena itu, menerjemahkan setiap kata secara langsung dapat menyebabkan grammar mistake. Lebih baik pahami pola kalimat Bahasa Inggris dan pelajari bagaimana sebuah ekspresi memang digunakan oleh penutur Bahasa Inggris.
4. Belajar dari Kesalahan
Ketika menemukan kesalahan grammar, jangan hanya memperbaiki kalimatnya. Coba pahami mengapa kalimat tersebut salah.
Misalnya:
- She go to school. (salah)
- She goes to school. (benar)
Pahami bahwa she membutuhkan verb dengan tambahan (-s) dalam Simple Present. Dengan begitu, kamu tidak hanya menghafalkan satu contoh, tetapi memahami aturan yang dapat digunakan pada kalimat lainnya.
5. Sering Berlatih Membuat Kalimat
Grammar akan lebih mudah dipahami jika langsung digunakan. Cobalah membuat beberapa kalimat sederhana setiap hari menggunakan pola grammar yang sedang kamu pelajari.
Misalnya, setelah belajar do dan does, buat kalimat seperti:
- Do you like coffee?
- Does she like coffee?
Dengan latihan yang konsisten, penggunaan grammar akan menjadi semakin terbiasa.
Baca juga: 16 Tenses Bahasa Inggris Beserta rumus dan Contohnya
Sudah Paham Apa Itu Common Grammar Mistake dan Cara Mengatasinya?
Grammar mistake adalah bagian yang wajar dalam proses belajar Bahasa Inggris, terutama ketika kamu masih memahami berbagai aturan dan pola kalimat. Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain lupa menambahkan (-s/-es), salah menggunakan do dan does, tertukar antara was dan were, serta keliru menggunakan your dan you’re.
Daripada hanya menghafalkan mana kalimat yang benar dan salah, cobalah memahami alasan di balik setiap kesalahan. Perhatikan subject, tense, bentuk verb, dan fungsi setiap kata dalam kalimat. Dengan cara ini, kamu akan lebih mudah menghindari kesalahan yang sama saat berbicara maupun menulis dalam Bahasa Inggris.
Yang terpenting, jangan takut membuat kesalahan. Semakin sering kamu berlatih dan memperbaiki grammar, semakin terbiasa kamu menggunakan Bahasa Inggris dengan struktur yang tepat dan percaya diri.
Belajar Bahasa Inggris Makin Mudah Bersama English 1
Belajar Bahasa Inggris akan lebih optimal jika dimulai dari level yang tepat. Kursus Bahasa Inggris English 1 menghadirkan program bertahap yang dirancang sesuai usia dan kemampuan anak, mulai dari pengenalan dasar hingga kesiapan akademik dan global. Kini, orang tua dapat mencoba langsung kelas English 1 melalui free trial gratis sebelum memilih program yang paling sesuai.
- Small Stars (3–6 tahun): membangun rasa percaya diri berbahasa Inggris sejak dini melalui aktivitas fun dan interaktif.
- High Flyers (7–9 tahun): memperkuat fondasi membaca, menulis, dan berbicara secara bertahap.
- Trailblazers (10–14 tahun): mengembangkan komunikasi aktif dan pemahaman akademik.
- Frontrunner (15–18 tahun): program lanjutan untuk kesiapan sekolah, ujian, dan masa depan global.
Daftar sekarang dan ikuti kelas free trial English 1 untuk menemukan level belajar yang paling tepat.
