Menyusun kalimat dalam Bahasa Inggris mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi pemula, menentukan urutan kata yang tepat sering kali menjadi tantangan. Apalagi, struktur kalimat bahasa Inggris tidak selalu sama dengan Bahasa Indonesia.
Misalnya, dalam Bahasa Indonesia kita bisa mengatakan “Saya membaca buku setiap hari.” Dalam Bahasa Inggris, kalimat tersebut menjadi “I read a book every day.” Urutan kata dan bentuk kata kerja perlu diperhatikan agar kalimat memiliki makna yang tepat.
Lalu, bagaimana cara menyusun kalimat Bahasa Inggris yang benar? Yuk, pahami langkah-langkahnya berikut ini!
Apa Itu Kalimat dalam Bahasa Inggris?
Kalimat atau sentence adalah kumpulan kata yang disusun dengan urutan tertentu sehingga menghasilkan makna yang lengkap. Dalam Bahasa Inggris, sebuah kalimat umumnya memiliki subject dan verb sebagai bagian utama.
Contohnya:
- She studies English.
Kalimat tersebut terdiri dari:
- She = subject atau subjek
- studies = verb atau kata kerja
- English = object atau objek
Artinya adalah “Dia belajar Bahasa Inggris.”
Tidak semua kalimat harus memiliki objek. Misalnya:
- They sleep.
Kalimat tersebut sudah memiliki makna lengkap meskipun hanya terdiri dari subject dan verb. Karena itu, memahami fungsi setiap bagian kalimat akan membantu kamu menyusun kalimat Bahasa Inggris dengan lebih mudah.
Baca juga: Kenali Punctuation (Tanda Baca) Bahasa Inggris dan Contohnya
Struktur Dasar Kalimat Bahasa Inggris
Sebelum membuat kalimat, kamu perlu mengenal beberapa bagian penting dalam kalimat Bahasa Inggris.
1. Subject
Subject adalah orang, benda, hewan, atau sesuatu yang melakukan tindakan atau menjadi topik pembicaraan.
Contoh:
- I like coffee.
- She reads a book.
- The students study English.
- My cat sleeps on the sofa.
Kata I, She, The students, dan My cat merupakan subject.
2. Verb
Verb adalah kata kerja yang menunjukkan tindakan atau keadaan dalam kalimat dan berfungsi menjelaskan apa yang dilakukan atau dialami oleh subject, sehingga menjadi inti yang menghubungkan subject dengan informasi dalam kalimat.
Contoh:
- I eat breakfast.
- She writes a letter.
- They play football.
- He is happy.
Dalam Bahasa Inggris, keberadaan verb sangat penting karena kalimat umumnya membutuhkan kata kerja.
3. Object
Object adalah sesuatu yang menerima tindakan dari subject dalam sebuah kalimat, yaitu bagian yang menjadi sasaran atau hasil dari aksi yang dilakukan oleh pelaku (subject).
Object biasanya muncul setelah verb (kata kerja) dan berfungsi untuk melengkapi makna kalimat agar menjadi lebih jelas dan lengkap.
Contoh:
I read a book.
(Saya membaca sebuah buku.)
- I = subject
- read = verb
- a book = object
Contoh lainnya:
She drinks coffee.
(Dia minum kopi.)
- She = subject
- drinks = verb
- coffee = object
4. Complement
Complement atau pelengkap adalah bagian kalimat Bahasa Inggris yang memberi informasi tambahan tentang subject atau object agar maknanya lebih jelas. Complement biasanya menjelaskan keadaan, sifat, atau identitas.
Bagian ini sering muncul setelah linking verb seperti is, are, seem, atau become. Tanpa complement, beberapa kalimat bisa terasa kurang lengkap.
Contohnya:
- She is a teacher.
(Dia adalah seorang guru.)
Kata a teacher merupakan complement yang menjelaskan subject she.
Contoh lainnya:
- He looks tired.
(Dia terlihat lelah.)
Kata tired memberikan informasi tentang kondisi he.
5. Adverb
Adverb adalah kata yang memberi informasi tambahan dalam kalimat, seperti waktu, tempat, cara, atau frekuensi. Adverb membuat kalimat lebih jelas dan lengkap karena menjelaskan detail suatu kejadian.
Contoh:
- I study English every day.
(Saya belajar Bahasa Inggris setiap hari.)
Kata every day menunjukkan kapan atau seberapa sering kegiatan tersebut dilakukan.
Contoh lainnya:
- She speaks English fluently.
(Dia berbicara bahasa Inggris dengan lancar.)
Kata fluently menjelaskan bagaimana cara dia berbicara.
Baca juga: Ketahui Huruf Vokal dan Konsonan dalam Bahasa Inggris
Pola Dasar untuk Menyusun Kalimat Bahasa Inggris
Salah satu cara paling mudah untuk belajar menyusun kalimat Bahasa Inggris adalah memahami polanya.
1. Subject + Verb (S + V)
Pola ini adalah bentuk kalimat paling sederhana dalam Bahasa Inggris, hanya terdiri dari subject (subjek) dan verb (kata kerja) tanpa objek atau keterangan tambahan. Pola S + V biasanya digunakan untuk menyatakan kegiatan sederhana, kebiasaan, atau aktivitas sehari-hari yang sudah jelas maknanya.
Contoh:
- I sleep.
- She runs.
- They laugh.
- We study.
Misalnya:
- They study.
(Mereka belajar.)
Kalimat tersebut sudah memiliki subject they dan verb study, sehingga maknanya sudah lengkap.
2. Subject + Verb + Object (S + V + O)
Pola ini digunakan ketika suatu tindakan memiliki objek, yaitu sesuatu yang dikenai atau menjadi sasaran dari tindakan tersebut. Dengan kata lain, dalam kalimat ini ada “sesuatu” yang dilakukan oleh subjek dan ada “sesuatu” yang menerima hasil dari tindakan itu.
Contoh:
- I read books.
- She drinks coffee.
- They play football.
- We watch movies.
Contoh:
- I read a book.
(Saya membaca sebuah buku.”)
I adalah subject, read adalah verb, sedangkan a book adalah object.
3. Subject + Verb + Complement (S + V + C)
Pola ini biasanya digunakan dengan linking verb, seperti be, seem, become, feel, look, dan beberapa kata kerja lainnya.
Contoh:
- She is happy.
- He is a doctor.
- They are tired.
- The food looks delicious.
Contoh:
- She is happy.
(Dia bahagia.)
Kata happy bukan objek, melainkan complement yang menjelaskan kondisi subject she.
4. Subject + Verb + Adverb (S + V + A)
Pola ini digunakan untuk menambahkan keterangan dalam kalimat, seperti tempat, waktu, atau cara suatu kejadian terjadi. Dengan begitu, kalimat menjadi lebih jelas, lengkap, dan mudah dipahami karena tidak hanya berisi subjek dan verb, tetapi juga informasi tambahan tentang situasinya.
Contoh:
- I live in Jakarta.
- She works at home.
- They study every night.
- He runs quickly.
5. Subject + Verb + Object + Adverb (S + V + O + A)
Pola ini menggabungkan subject, verb, object, dan keterangan dalam satu kalimat sehingga informasi menjadi lebih lengkap. Kita tidak hanya menyebut pelaku dan tindakan, tetapi juga objek serta keterangan seperti waktu atau tempat.
Contohnya, siapa yang melakukan, apa yang dilakukan, dan kapan atau di mana terjadi. Dengan begitu, kalimat menjadi lebih jelas dan mudah dipahami.
Contoh kalimat:
- I study English every night.
Strukturnya:
- I = subject
- study = verb
- English = object
- every night = adverb
Pola seperti ini cukup sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Baca juga: Cara Penggunaan Subject I, You, We, They, He, She, dan It dalam Bahasa Inggris
Cara Menyusun Kalimat Bahasa Inggris yang Benar
Setelah memahami struktur dasar kalimat Bahasa Inggris, langkah berikutnya adalah mempraktikkannya secara lebih sistematis. Pada tahap ini, kamu tidak hanya sekadar menghafal pola, tetapi juga belajar bagaimana membangun kalimat secara logis dari ide yang ada di pikiran.
Dengan cara ini, kamu akan lebih mudah menyusun kalimat yang benar, alami, dan sesuai konteks.
1. Tentukan Apa yang Ingin Kamu Sampaikan (Ide Utama Kalimat)
Langkah pertama yang paling penting adalah menentukan gagasan utama atau pesan yang ingin kamu sampaikan dalam kalimat. Banyak kesalahan dalam menyusun kalimat bahasa Inggris terjadi karena seseorang langsung menerjemahkan kata demi kata tanpa memahami maksud utamanya terlebih dahulu.
Misalnya kamu ingin mengatakan:
“Saya makan nasi.”
Sebelum menerjemahkan, pecah dulu kalimat tersebut menjadi bagian-bagian fungsional:
- Saya = subject (pelaku)
- makan = verb (tindakan)
- nasi = object (yang dikenai tindakan)
Dari sini kamu bisa melihat bahwa kalimat tersebut mengikuti pola dasar:
Subject + Verb + Object (S + V + O)
Dengan memahami struktur ini sejak awal, kamu tidak perlu lagi menebak-nebak urutan kata, karena sudah ada kerangka yang jelas.
2. Tentukan Subject (Pelaku dalam Kalimat)
Setelah mengetahui ide kalimat, langkah berikutnya adalah menentukan subject, yaitu siapa atau apa yang melakukan tindakan dalam kalimat.
Subject bisa berupa:
- Kata ganti orang: I, You, We, They, He, She, It
- Nama orang: John, Sarah
- Kelompok: The students, My family
- Benda atau konsep: The book, The weather
Contoh:
- She …
- The students …
- My mother …
3. Pilih Verb yang Sesuai (Kata Kerja Utama)
Setelah menentukan subject, langkah selanjutnya adalah memilih verb atau kata kerja yang sesuai dengan tindakan yang ingin disampaikan.
Verb adalah inti dari kalimat karena tanpa verb, kalimat biasanya tidak memiliki makna yang lengkap.
Contoh:
- She reads
- They play
- I eat
- He works
Namun, dalam Bahasa Inggris, bentuk verb bisa berubah tergantung subject dan tense.
4. Tambahkan Object Jika Diperlukan (Penerima Tindakan)
Tidak semua kalimat membutuhkan object, tetapi jika verb yang digunakan bersifat transitif (membutuhkan objek), maka kamu harus menambahkan object setelah verb.
Object adalah sesuatu yang dikenai tindakan oleh subject.
Contoh:
- She reads books.
- I drink coffee.
- They play football.
- He writes a letter.
Struktur lengkapnya menjadi:
(Subject + Verb + Object)
Namun perlu diingat, tidak semua verb membutuhkan object. Misalnya:
- The baby sleeps.
- He runs.
- They laugh.
Kalimat-kalimat tersebut sudah lengkap tanpa object karena verb-nya bersifat intransitif.
5. Tambahkan Keterangan (Adverbial Information)
Setelah kalimat dasar terbentuk, kamu bisa menambahkan keterangan (adverbial information) untuk memperjelas waktu, tempat, cara, atau frekuensi suatu kegiatan.
Keterangan ini membuat kalimat menjadi lebih informatif dan natural.
Jenis-jenis keterangan:
- Waktu (time): every day, in the morning, at night, yesterday
- Tempat (place): at school, in the kitchen, at home
- Frekuensi (frequency): always, usually, often, sometimes
- Cara (manner): quickly, slowly, carefully
Contoh penggunaan:
- She reads books every night.
Menjelaskan frekuensi kegiatan membaca - I drink coffee in the morning.
Menjelaskan waktu minum kopi - They play football at school.
Menjelaskan tempat bermain
Dengan menambahkan keterangan, kalimat menjadi lebih hidup dan tidak terasa kaku.
Baca juga: Sentence Structure dalam Bahasa Inggris, Apa Itu?
Sudah Paham Cara Menyusun Kalimat dalam Bahasa Inggris?
Menyusun kalimat Bahasa Inggris yang benar sebenarnya tidak harus rumit. Hal paling penting adalah memahami urutan kata dan fungsi setiap bagian kalimat.
Kamu bisa mulai dengan mengenali subject, verb, object, complement, dan adverb. Setelah itu, gunakan pola dasar seperti S + V atau S + V + O, lalu tambahkan keterangan jika diperlukan.
Jangan lupa untuk memperhatikan tense, terutama ketika ingin menunjukkan kapan suatu kegiatan terjadi. Perhatikan juga perubahan kata kerja untuk subject seperti he, she, dan it.
Kalau masih sering salah, tidak perlu khawatir. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar Bahasa Inggris. Mulailah dari kalimat sederhana, gunakan kosakata yang sudah kamu kenal, lalu tingkatkan secara bertahap.
Semakin sering berlatih, semakin terbiasa kamu menyusun kalimat Bahasa Inggris dengan benar dan percaya diri!
Belajar Bahasa Inggris Makin Mudah Bersama English 1
Belajar Bahasa Inggris akan lebih optimal jika dimulai dari level yang tepat. Kursus Bahasa Inggris English 1 menghadirkan program bertahap yang dirancang sesuai usia dan kemampuan anak, mulai dari pengenalan dasar hingga kesiapan akademik dan global. Kini, orang tua dapat mencoba langsung kelas English 1 melalui free trial gratis sebelum memilih program yang paling sesuai.
- Small Stars (3–6 tahun): membangun rasa percaya diri berbahasa Inggris sejak dini melalui aktivitas fun dan interaktif.
- High Flyers (7–9 tahun): memperkuat fondasi membaca, menulis, dan berbicara secara bertahap.
- Trailblazers (10–14 tahun): mengembangkan komunikasi aktif dan pemahaman akademik.
- Frontrunner (15–18 tahun): program lanjutan untuk kesiapan sekolah, ujian, dan masa depan global.
Daftar sekarang dan ikuti kelas free trial English 1 untuk menemukan level belajar yang paling tepat.
